Viral imam di depan publik dicambuk di Aceh disebabkan berselingkuh.
Imam masjid terperangkap dalam mobil dengan selingkuhannya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia harus menjalani hukuman cambuk di depan warga Aceh.
Niat hati mau bercumbu dengan istri pria lain, seorang imam masjid di Aceh berakhir dengan sanksi sosial.

Tidak hanya sanksi sosial berakhir, imam masjid yang terpergok sedang berduan ini juga harus menerima hukuman cambuk.
Bersama dengan kekasihnya yang juga istri dari pria lain, imam masjid di Aceh juga telah mendapat cambuk di depan ratusan orang menonton.
Hukuman cambuk telah diterapkan oleh pemerintah Banda Aceh, Aceh sejak tahun 2005.

Hanya dalam beberapa tahun terakhir, 2018, organisasi cambuk bagi tahanan diadakan di depan umum.
Setiap yang kedapatan melanggar hukum Syariah Islam, akan diantar ke Taman Bustanus Salatin, Aceh untuk diberikan hukuman cambuk.
Orang yang dihukum akan dibawa karena melanggar hukun Syariat Islam dengan kendaraan Dinas Satpol PP Banda Aceh.

Berpakaian serba putih, terpidana dipimpin di atas panggung tanpa identitas penutup, dan sesuai dengan hukum yang berlaku dicambuk di depan ratusan warga.
Hal ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran bagi individu dan sanksi sosial bagi narapidana untuk menemukan jera.
Tidak lama yang lalu, untuk pertama kalinya diterapkan pada hukuman cambuk di Aceh imam masjid.

Imam Masjid
Imam Masjid

Imam Masjid di Aceh Dicambuk 30 Kali Karena Bermesraan dengan Selingkuhan di Mobil

Imam masjid berinisial M (46) baru saja tertangkap berselingkuh dengan istri orang lain.
Imam yang juga anggota dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) yang ditemukan melanggar ketentuan ikhtilat alias berduan dengan seorang yang bukan muhrimnya.
Mukhlis menolak untuk memberikan pernyataan apapun kepada pers, serta kasus-kasus yang menyangkut tuduhan kepadanya.

Insiden terjadi ketika hanya M sedang berduan dengan seorang wanita yang diidentifikasi sebagai N di dalam mobil di daerah pantai Travel Ulee Lheu, Aceh September 9, 2019 lalu.
Keduanya tertangkap basah bercumbu di dalam mobil oleh Satpol PP dan WH yang diletakkan pelaksanaan pengawai hukum Islam di Aceh.

Ketika diamankan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah juga memberikan bukti berupa syal.
“M dan N tetap di dalam mobil ketika diparkir di sekitar pantai wisata Ulee Lheu. Ketika ditangkap mereka berdua berada di tengah-tengah kursi mobil.
“Kami juga menyita barang bukti berupa syal,” kata Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Hidayat.

Imam Masjid
Imam Masjid

Tindakannya dianggap berbahaya bagi moral dan reputasi serta posisinya imam untuk M dihukum cambuk.
Tidak hanya dihukum cambuk, Wakil Bupati Aceh Besar, Husaini A Wahab juga mengatakan bahwa pemerintah akan memecat M dari kepengurusan MPU.
Hal ini disebabkan tindakan M ini dinilai telah merusak citra ulama.

Hukum cambuk yang dilaksanakn oleh pemerintah Banda Aceh kepada yang melanggar hukum jadi tontonan warga.
Ini hukum Allah, siapapun wajib dicambuk jika terbukti melakukan kesalahan sekalipun dia sebagai anggota MPU,” kata Husaini seperti yang dikutip Sosok.
Baik M maupun N mendapatkan hukum cambuk yang sesuai dengan hasil sidang putusan Pengadilan Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh.

Sebagai tersangka jarimah ikhtilat dihukum (mesum) masing-masing M dicambuk 30 kali, serta N dicambuk 25 kali.
“Pasangan hukuman jarimah ikhtilat (mesum) masing-masing M dan N dicambuk 30 kali dan 25 kali berdasarkan dalam putusan Mahkamah Pengadilan Agama Banda Aceh dalam putusan persidangan, Rabu (23/10/2019),” kata Bahktiar, kedua walikota wakil kota, Banda Aceh.

Imam Masjid
Imam Masjid

Cambuk yang dikenakan M ini adalah pertama kalinya hukuman cambuk yang dikenakan pada para pemimpin agama di Aceh.
Sebelum itu, diketahui bahwa tidak ada kasus pidana tunggal yang menyeret pemimpin agama.
Wakil Bupati Aceh Besar, Husaini A Wahab mengatakan bahwa sesuai dengan Syariah adil untuk semua elemen masyarakat.

Tidak terkecuali dari tokoh agama dan pejabat pemerintah.
“Hukuman cambuk ini berlaku untuk semua. Meskipun ia adalah seorang anggota MPU tetap akan dicambuk.
Yang bersangkutan pasti akan dipecat dari anggota MPU karena moralnya sudah rusak dan itu sesuai dengan aturan di MPU yang moralnya rusak. Jangankan ketua MPU, anggota pun tidak bisa,” pungkas wakil bupati Aceh.