Wishnutama Kusubandio atau lebih akrab disapa Wishnutama sedang hangat diperdebatkan sekarang. Terutama setelah dilantik sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia sebelum Kabinet di 2019-2024. Gambar Wishnutama itu sendiri sudah terkenal ketika ia menjadi bos dari saluran televisi swasta.

Pria kelahiran 4 Mei 1976, dia adalah kepala beberapa saluran TV di Indonesia. Selain keberhasilannya menjadi direktur kreatif di Asian Games 2018 upacara, semakin membuatnya lebih populer.

Melihat kembali muda, dia menghabiskan masa mudanya di luar negeri. Dia menghabiskan waktu di akhir sekolah tinggi (SMA) di Kooralbyn International School di Queensland, Australia dan Sekolah Internasional Singapura. Setelah menyelesaikan SMA, ia pindah ke Amerika Serikat.

Wishnutama juga menerima kuliahnya di Norwich University, Mount Ida Tinggi utama dalam seni liberal, Boston, Amerika Serikat, dan Emerson College, yang mengkhususkan diri dalam Komunikasi, Boston, Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1994, ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai supervisor Indosiar On Air Promotion.

Di media sosial, Wishnutama beberapa kali untuk men-download gambar dari masa mudanya. Apakah luar negeri atau sudah di Indonesia. Berikut 6 Wishnutama potret warisan Liputan6.com mengutip Instagram @wishnutama Jumat (25/10/2019)

1. Kebersamaan Wishnutama dan temannya saat di Norwich University, Amerika Serikat

Wishnutama

2. Masa muda Wishnutama ia pernah dalam satu frame dengan Muhammad Ali sang legenda tinju

Wishnutama

3. Saat muda Wishnutama sudah keren sejak ia di bangku kuliah

Wishnutama

4. Ini adalah potret Wishnutama saat masih SMA dengan menggunakan pakaian adat Jawa

Wishnutama

5. Momen diskusi bersama Gus Dur sebelum

Wishnutama

6. Kebersamaan Wishnutama dengan putranya saat masih kecil

Wishnutama

Wishnutama Kusubandio, (lahir di Jayapura, 4 Mei 1976, 43 tahun) adalah manusia Indonesia bisnis yang saat ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia sebelumnya (2019-2024). [1] Ia adalah co-founder Mediatama NET TV. [2] Sebelumnya, ia adalah general manager dari Trans 7, Trans TV dan NET. dan juga Komisaris NET.

Banyak yang menganggap Ia sebagai figur inspirasional yang berusaha untuk mengubah wajah industri televisi. Namun, apakah Anda tahu bahwa Tama itu seperti menonton televisi?

Wishnutama Kusubandio di salah satu tokoh yang menjadi generasi milenium muda inspiratif. Pada usia yang cukup muda masih 49 tahun telah sukses besar.

Kerja keras, membuat Ia mampu menahan posisi CEO Trans TV pada usia yang relatif muda, 30 tahun. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai pendiri sosok NET TV.

Dengan reputasi gemilang dan banyak prestasi, tidak mengherankan bahwa banyak orang ingin tahu tentang biografinya. Perjalanan apalagi hidup menawarkan banyak pelajaran berharga.

Meski lahir di Jayapura, Ia menjalani pelatihan di luar Papua. Sebagai seorang remaja, perguruan tinggi Tarakanita 5 Jakarta. Ia kemudian mulai Kooralbyn International School di Queensland, Australia, dan Sekolah Internasional Singapura.

Setelah SMA, melanjutkan pendidikan di Norwich University dengan penggunaan beasiswa. Berikut mendapatkan pelatihan kepemimpinan ala militer. Keputusan itu diambil karena dia mengaku sebagai karakter kekasih militer dan ingin menjadi tentara.

Lulusan dari Norwich University pada tahun 1992, pria bermarga Tama kemudian memutuskan untuk kembali ke perguruan tinggi. Tidak tanggung-hati, ia belajar di kedua kampus dengan waktu keduanya di kota Boston. Dua kampus yang dimaksud adalah komunikasi di Emerson College, dan seni liberal di Gunung Ida College.

Pada Emerson College, ia juga memiliki produksi televisi pelatihan. Dari tawaran pelatihan, Tama kemudian bisa langsung menerapkan pengetahuan mereka ketika menjadi asisten produksi New England Cable News. Selain itu, Tama juga bisa memiliki pengalaman yang didiskontokan untuk WDHD wakil direktur TC Boston.

Dalam sebuah wawancara, Tama telah mengungkapkan bahwa itu bukan hobi menonton TV. Bahkan, ia percaya bahwa program sering disiarkan oleh saluran TV di Indonesia, tidak menarik. Oleh karena itu, Tama memiliki minat yang besar dalam mengubah wajah industri televisi menjadi interior lebih menarik. Tama karir di tanah air industri TV dimulai pada tahun 1994 dan merupakan bagian dari Indosiar.

Tama menduduki posisi pertama adalah iklan pengawas Indosiar ke antena. karir Tama Indosiar meningkat pada saat yang sama popularitas program diproses. Hal ini ditunjukkan oleh realisasi dalam posisi manajer produksi selama 7 tahun di Indosiar. Program ini memiliki lebih dari Tama Indosiar adalah Patroli, satu jam dengan Gebyar BCA dan saksi.